Siaran Sampit TV 24 Jam
Berita  

Penipu Modus Pesan Makanan Bergentayangan di Lawang, Penjual Rujak Cingur jadi Korban

SAMPITTV.COM – Sebuah modus penipuan kembali terjadi di Sumberwaras Lawang, Kabupaten Malang. Seorang pria memesan rujak 10 bungkus dan kopi 10 bungkus, namun tidak pernah mengambil pesanannya. Pelaku sempat berpamitan dengan alasan membeli teh gelas, tetapi tidak kembali lagi.

R Wianka, keponakan penjual rujak, kemudian memposting kejadian ini di grup Facebook Arek Lawan (ARELA) untuk mengingatkan para pedagang agar lebih waspada. “Apess lur, budeku dodol rujak. Ono wong pesen rujak 10 bungkus, kopi 10 bungkus. Pamitan ditinggal tuku teh gelas, ora dijupuk. Ati-ati gae para pedagang, lek ono wong pesen terus ditinggal, langsung njaok dueke ae. (Sial kawan,bude saya jual rujak. Ada orang pesan rujak 10 bungkus, kopi 10 bungkus). Pamitan mau beli the gelas, tidak diambil rujaknya. Hati-hati jika ada orang pesan minta saja uangnya),” tulisnya.

Baca juga Artikel ini :   Dinas Pendidikan Kotim Gelar Advokasi Adaptasi Kurikulum Pendidikan Inklusif untuk Sekolah Dasar

Salah seorang netizen menceritakan ciri-ciri pelaku. “Ciri-cirinya tua, bawa sepeda bebek protolan, kurus, muka lonjong,” ujar Ahmad Tegar.

Postingan tersebut memantik beragam komentar dari netizen yang mengaku pernah mengalami hal serupa maupun memberikan saran agar pedagang lebih berhati-hati.
“Banyak modus kayak gitu, pesen-pesen tapi ditinggal. Kakakku juga begitu, untung sempat curiga jadi tidak dibuatin,” ujar Budi Santoso.
“Seperti yang dialami kemarin di Sumberwuni, Mbak Ima penjual nasi uduk juga ditipu,” ujar Nanang RS.
“Saya kalau pesan nasi goreng atau apa, tak bayar dulu. Kudu begitu, biar penjual aman. Kalau orangnya pesan mau ditinggal, langsung bayar di kasir aja. Kalau ngeyel, jangan dilayani dulu. Mari kita saling waspada,” ujar Tataya Taslem.
“Yang namanya orang pesan, memang sebaiknya kasih DP atau uang tanda jadi. Etika bisnisnya memang begitu,” ujar Adhi.
“Barusan tetangga lapakku jual gado-gado juga ditipu. Pesan 15 porsi, lalu pinjam uang, akhirnya kabur. Mari kita berhati-hati dan banyak berdoa,” ujar Aira Yasid.
“Nasib sama dengan Ibuku, pernah pesan 50 bungkus tapi tidak diambil. Sejak itu kalau ada pesanan, harus bayar separuh dulu,” ujar Ayu.
“Mbakku juga pernah, pesen rujak lalu pinjam sepeda, ngakunya wak kaji, tapi tidak kembali,” ujar Prima Dona.
“Terjadi lagi, kemarin di Bu Tien pesan nasi 15, tidak diambil, tidak dibayar,” ujar Ridho.
“Sama persis, tadi penjual gado-gado di barat KUA juga ditipu dengan pesanan 15 bungkus,” ujar Mbah Doel.
“Ibuku juga pernah, malah sampai dipinjami uang, katanya untuk bayar nasi, ternyata kabur,” ujar Fania.
“Kemarin di es teler, hari ini di kedai burger ijo es teh. Tetap berhati-hati ya semua,” ujar Francisna Almira.

Baca juga Artikel ini :   Apel Pagi Satgas TMMD: Bentuk Disiplin dan Tanggung Jawab Prajurit di Medan Pengabdian

Kasus penipuan dengan modus pesan lalu ditinggal ini menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih bagi para pedagang. Dengan adanya pengalaman serupa dari banyak korban, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati, tidak mudah percaya, serta menerapkan sistem pembayaran yang lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga Artikel ini :   Ketua KPU Kotim: Kami Berkomitmen Melaksanakan Tahapan Pilkada Sesuai dengan Ketentuan

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga